KILAS SEMARANG

Tidak Layak Jalan, 8 BRT Trans Semarang Dilarang Beroperasi

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Petugas Badan Layanan Umum (BLU) Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Kota Semarang secara mendadak menguji emisi puluhan BRT Trans Semarang di Terminal Terboyo, Rabu (22/3).

Seluruh bus diperiksa menggunakan alat smoke tester yang berfungsi mengetes ketebalan buangan asap knalpot bus. Jika hasil uji emisi bus berada di atas 50-70 persen, maka dipastikan bus tersebut tidak layak jalan dan tidak diperbolehkan mengangkut penumpang.

Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan 8 bus yang tidak layak jalan dari 16 bus yang diperiksa, sehingga petugas meminta untuk segera diperbaiki atau tidak boleh beroperasi lagi. Petugas juga mendapati sebuah bus yang tidak ada knalpotnya.

Kasubag Tata Usaha BLU BRT Trans Semarang Ade Bhakti mengatakan, sidak uji emisi ini dilakukan menyusul banyaknya keluhan dari masyarakat, baik langsung maupun melalui media sosial mengenai knalpot BRT Trans Semarang koridor II jurusan Terboyo-Pemuda-Ungaran yang mengeluarkan asap hitam pekat.

“Ada 26 armada bus di koridor II, tapi baru 16 yang kita uji. Dari hasil pemeriksaan, diketahui ada 8 bus yang memiliki ketebalan asap di knalpot mencapai 100 persen dan dianggap tidak lulus uji emisi,” katanya.

Diperkirakan jumlah bus tidak layak jalan itu akan bertambah karena masih ada 10 bus yang belum uji emisi. Selain uji emisi, lanjut dia, petugas juga mengecek kondisi bus dan petugas mendapati bus yang tidak ada knalpotnya. Bahkan, ada bus yang pengeremannya kurang baik.

“Semua ini jelas menjadi catatan, kami akan mengirimkan surat berita acara pemeriksaan kepada pengelola BRT Trans Semarang koridor II agar segera memperbaiki bus yang tidak layak jalan. Jika tidak diperbaiki hingga batas waktu ditentukan, maka bus tersebut dilarang beroperasi,” tegasnya.

Sementara itu, seorang sopir BRT Trans Semarang koridor II dari pengelola PT Surya Setia Kusuma, Suyoko mengatakan, akan segera melaporkan temuan itu dan hasil uji emisi kepada pimpinannya. “Tadi dicek rem sudah mulai kurang baik, begitu pula koplingnya. Nanti saya laporkan ke pengelola biar segera diperbaiki,” katanya.

Terpisah, Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan masih banyak aduan dan problem mengenai BRT Trans Semarang yang disampaikan masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi berjanji akan merespons komplain tersebut.

“Problem BRT Trans Semarang cukup banyak. Mulai dari infrastruktur, ban cadangan hilang, knalpot mengeluarkan asap hitam pekat, sopir ugal-ugalan dan petugas tiket yang kurang ramah. Semua ini akan menjadi catatan dan evaluasi kami untuk perbaikan dalam upaya memberikan pelayanan transportasi yang nyaman bagi masyarakat Kota Semarang,” ungkapnya. (Art)

 

Loading...

BERITA POPULER

To Top