KILAS SEMARANG

Dugaan Lakukan Pelecehan Seksual, Oknum Satpol PP Semarang Dilaporkan

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Anggota korps penegak peraturan daerah dilingkungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang tercoreng. Itu setelah ulah seorang oknum anggota Satpol PP Kota Semarang berinisial K diduga melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap tujuh yuniornya.

Akibat perbuatan tidak senonoh itu, dari tujuh orang yang diduga menjadi korban, baru dua orang yang melaporkan ke Badan Pengawas Daerah (Bawasda) atau Inspektorat Kota Semarang.

Dua korban yang melaporkan yakni berinisial N dan R. Keduanya menunjuk kuasa hukum Hermansyah Bakri dari Kantor Advokat/Pengacara Hermasnyah Bakri SH & Rekan.

Kuasa hukum dua pelapor Hermansyah Bakrie mengatakan, kejadian ini terjadi pada tanggal 3-4 Februari lalu saat korban melakukan kegiatan Caraka Linmas di kawasan Gedongsongo, Kabupaten Semarang.

Dugaan tindakan asusila itu, lanjut Hermansyah, terjadi saat kegiatan jurit malam yang mengharuskan peserta berjalan sendiri saat malam. Lalu dengan modus pura-pura membantu korban terduga pelaku melancarkan perbuatan tidak senonoh itu terhadap para korban.

“Salah satu korban mengaku sudah digerayangi di bagian terlarang. Tidak hanya itu, dengan alasan pakaian korban yang kotor pelaku juga meminta korban untuk membuka celananya. Namun, saat diminta membuka celana korban menolak dan memberontak,” kata Hermansyah di Balaikota Semarang, kemarin.

Menurut dia, dugaan tindakan tidak pantas ini sudah dilaporkan korban kepada pimpinan. Akan tetapi dari laporan tersebut bukannya mendapatkan respon dengan memberikan sanksi kepada pelaku, melainkan korban malah diminta menandatangani pernyataan untuk tidak menyebarluaskan persoalan tersebut.

“Karena itu kami laporkan langsung kasus ini ke Bawasda. Jika nanti dari temuan Bawasda juga tidak ada sanksi, maka kami akan melaporkan ke Polda Jateng. Tindakan yang dilakukan terduga pelaku melanggar Pasal 281 KUHP tentang asusila,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Cahyo Bintarum mengatakan pihaknya telah mendapatkan informasi dan laporan dari korban atas tindakan dugaan pelecehan seksual oleh rekannya tersebut. Laporan diterimanya pada Senin (27/2) lalu, dan sementara laporan yang masuk korbannya hanya tiga.

“Kami kembalikan laporan itu kepada komandan SKPD yang bersangkutan, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53/2010. Pimpinan SKPD harus melakukan pemeriksaan, selanjutnya hasil pemeriksaan diteruskan ke Inspektorat dan Walikota,” jelasnya. (Art)

 

Loading...

BERITA POPULER

To Top