Walikota Semarang Ajak Pelaku Usaha Mikro Manfaatkan Kredit Wibawa

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Walikota Semarang, Hendrar Prihadi mengajak para Pelaku Usaha Mikro untuk memanfaatkan Kredit Wibawa (Wirausaha Bangkit Jadi Jawara) yang diluncurkan Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro belum lama ini.

“Kredit Wibawa ini bunganya rendah, terendah se-Indonesia yakni hanya 3 persen per tahun atau 0,25 persen per bulan,” katanya usai melakukan sosialisasi program Kredit Wibawa di area Car Free Day (CFD) di kawasan Taman KB Semarang, Minggu (12/2).

Menurut Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, syarat untuk mengajukan Kredit Wibawa tidak rumit. Usaha Mikro yang dapat mengajukan harus warga Kota Semarang, memiliki usaha produktif dan prospektif paling sedikit 2 tahun dan memiliki IUMK yang terdaftar di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang.

“Syaratnya untuk mengajukan kredit ini cukup warga Kota Semarang, usianya di atas 17 tahun, memiliki usaha yang sudah berjalan 2 tahun dan IUMK,” ujarnya.

Hendi menambahkan, bahwa sejak diluncurkan sekitar satu bulan lalu, Kredit Wibawa ini baru sedikit yang memanfaatkan. Belum banyak yang mengajukan pinjaman ke Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang.

“Hasil evaluasi selama satu bulan ini, baru ada sekitar 25 pelaku usaha mikro yang mengajukan Kredit Wibawa dan sedang diproses. Padahal, kami mengalokasikan plafon anggaran hingga Rp 7 miliar lebih untuk menambah Rp 16 miliar yang sudah berjalan,” imbuhnya.

Dari kegiatan CFD ini, lanjut Hendi, baru diketahui ternyata belum banyak yang mengetahui adanya program Kredit Wibawa, sehingga upaya sosialisasi mesti dilakukan secara masif kepada semua Pelaku Usaha Mikro.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang Litani Setyawati mengatakan, sejak dilaunching pada 17 Januari lalu sampai saat ini yang sudah cair pinjamannya sebanyak 25 pemohon kredit.

Namun saat ini sudah ada lebih dari 200 pemohon yang sedang dalam proses verifikasi. Dalam program ini, pihaknya juga menggandeng Bank Jateng, Bank Muamalat dan Bank Pasar.

“Bank tersebutlah yang akan melakukan verifikasi kepada pemohon Kredit Wibawa. Para pelaku Usaha Mikro tersebut kebanyakan mengambil kredit murah sebesar Rp 5 juta tanpa anggunan, dengan jangka waktu 2 tahun dan bunga 3 persen per tahun,” terangnya. (Art)

 

redaksi jateng:
Related Post