KILAS SEMARANG

Sudirman Said Berburu Karya Bung Hatta

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Bergelut dengan dunia perekonomian dari bangku kuliah, membuat calon gubernur Jateng Sudirman Said akrab dengan pemikiran Bung Hatta. Sampai sekarang, bahkan mantan Menteri ESDM periode 2014-2016 tersebut masih berburu karya-karya sang proklamator.

Di sela-sela padatnya jadwal, calon gubernur Jateng Sudirman Said tidak bisa menyembunyikan bahwa dia kebelet rindu pada Bapak Koperasi itu, pemikiran utamanya.

“Saya kagum pada Bung Hatta, pemikiran-pemikirannya terutama sumbangsihnya terhadap dunia perekonomian,” kata pria yang akrab disapa Pak Dirman itu saat berburu buku Bung Hatta di Gramedia Semarang, Senin (16/4).

Belajar di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) membuat perhatian Pak Dirman terhadap ilmu perekonomian sangat tinggi. Segala pemikiran dan buku-buku karya Bung Hatta pun dia lahap semua. Dari Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun sampai Mendayung Antara Dua Karang dia khatam.

“Pemikiran Bung Hatta sangat cemerlang. Maklum, beliau sudah menulis secara bagus sejak di bangku setingkat SMP,” katanya.

Bung Hatta sendiri, selain sebagai Proklamator mendampingi Bung Karno, dia juga mendapat julukan Bapak Koperasi Indonesia. Paham ekonomi kerakyatan di Indonesia kali pertama dia lah yang mengusung.

“Meskipun untuk menjangkau Bung Hatta masih sangat jauh, saya selalu belajar dari¬† pola beliau dalam membangun dan memberi manfaat pada masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Salah satunya, lanjut Pak Dirman, dengan menuangkan pemikiran menjadi sebuah buku. Sampai saat ini Pak Dirman telah menulis tiga buku, Berpihak Pada Kewajaran, Dear Millenials dan soal Integritas.

“Alhamdulillah di toko ini bukunya ada,” kata pak Dirman seraya tersenyum.

Ketika menengok karyanya, di sana terjejer pula buku pemikiran tokoh-tokoh nasional dan dunia. Dari Hamka sampai Gandi.

Di rak sisi lain Pak Dirman juga sempat melihat buku berjudul Kontroversi Ganjar. Namun itu bukan karya Ganjar Pranowo, melainkan goresan dari wartawan senior Budiono Isman dan Isdiyanto. (Art)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top