KILAS SEMARANG

Setelah Kroasia dan Korsel, Pariwisata Semarang Kini Dilirik Tiongkok

SEMARANG – Pariwisata di Kota Semarang makin diminati banyak kota dari negara Eropa dan Asia. Pertama dilirik Kroasia, lalu destinasi wisata di ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini dilirik Korea Selatan (Korsel).

Kota Split di Kroasia, Kota Ulsan di Korea Selatan sudah lebih dulu berkunjung ke Kota Semarang untuk menjajaki kerja sama, khususnya di bidang pariwisata. Kini yang terbaru, Kota Semarang menerima perwakilan dari Kota Jianyang, China yang juga berminat menjalin kerja sama pariwisata.

Rombongan delegasi Pemerintah Kota Jianyang mendatangi kantor Wali Kota Semarang, untuk menyampaikan langsung keseriusannya. Pimpinan delegasi, Yang Xin Qiang, Jianyang City Party Secretary mengakui, Kota Semarang punya kedekatan dengan China.

Yaitu faktor historis, dimana Laksamana Cheng Ho yang merupakan orang China yang berlabuh ke Semarang. Saat ini, juga telah dibangun Klenteng Sam Poo Kong di Simongan, Gedung Batu, Kota Semarang. Tidak jauh dari Sungai Banjir Kanal Barat, yang bermuara ke Laut Jawa.

Juga tidak terlalu jauh dari Bandara Ahmad Yani, Kota Semarang. “Mudah-mudahan antara pemerintah Semarang dan Jianyang bisa menjalin kerja sama. Dimulai dari bidang pariwisata. Semarang dan Jianyang sama-sama punya tempat wisata yang menarik,” ujar Yang Xin Qiang, Selasa (11/7).

Niatan delegasi Jianyang ini mendapat repon positif dari Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Dia mengatakan, ada banyak destinasi wisata di kota berjuluk Kota Lumpia ini yang bisa ditawarkan ke mereka untuk dikunjungi masyarakat China.

Mulai dari wisata reliji seperti Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Agung Semarang (Kauman), Klenteng Sampoo Kong. Kemudian ada wisata kota, yakni Lawang Sewu, Kota Lama. Sedangkan wisata edukasi, yakni Bonbin Mangkang, Taman Lele, Museum Mandala Bhakti. Ada juga wisata kuliner, yakni di pusat oleh-oleh Pandanaran.

“Kami juga tengah mengembangkan wisata alam Air Terjun Kalipancur dan Kampung Pelangi dimana ada sekitar 390 rumah yang dicat berwarna-warni seperti pelangi,” tambah Hendrar.

Hendrar menambahkan, dengan adanya kerja sama ini, dapat membuka lebih luas pemasaran produk-produk dari Kota Semarang, mengingat pasar di China sangatlah besar.

“Kami diundang Pemerintah Jianyang untuk kunjungan balasan pada November mendatang. Kami akan ajak beberapa pengusaha Semarang. Dengan adanya kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Semarang tentu juga membawa produk-produk dari sini. Kerja sama ini akan berdampak baik terhadap dunia usaha. Ke depan, kerja sama bisa semakin diperluas,” jelas Hendrar.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya tidak heran melihat Semarang yang banyak diminati negara lain untuk diajak kerja sama. Menurutnya, Kota Semarang itu cukup lengkap sebagai atraksi. Selain destinasi wisatanya, akses menuju Semarang juga sudah sangat mudah.

“Dalam pengembangan destinasi pariwisata itu, rumusnya 3A, yakni Atraksi, Akses dan Amenitas. Khurus akses inilah yang salah satunya yang menjadi keunggulan Semarang,” ujar Menpar Arief Yahya.

Pria asal Banyuwangi ini juga mengapresiasi upaya mengembangkan Bandara Ahmad Yani Semarang. Konsepnya dinilai sangat kreatif karena bandaranya dikembangkan bukan hanya sebagai sarana aksesibilitas, tapi juga estetika pendongkrak atraksi wisata.

“Bandara Ahmad Yani di Semarang itu bisa menjadi ikon wisata, bukan semata-mata infrastruktur transportasi. Ini memberikan harapan baru bagi pariwisata Indonesia yang oleh Presiden Joko Widodo sudah ditetapkan sebagai core economy bangsa,” ucap Menpar Arief Yahya. (*)

Most Popular

To Top