KILAS SEMARANG

Satpam Berlarian, Saat Walikota Hendi Kunjungi Sebuah Pabrik

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi mendadak mengarahkan kendaraannya menuju pabrik pakan ternak, PT Havindo Pakan Optima yang berada di Kawasan Industri Candi, Ngaliyan, Semarang, Selasa (14/11).

Menggunakan mobil berplat hitam, kehadiran Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi itu mengagetkan karyawan dan manajemen. Beberapa satpam pabrik juga terlihat berlarian masuk ke dalam pabrik untuk berkoordinasi dengan rekan-rekannya.

Begitu masuk ke dalam pabrik, Walikota Hendi lalu berjalan cepat menuju ke sebuah tumpukan karung pakan ternak yang sudah dikemas. Lantas memeriksa satu per satu karung tersebut.

Kehadiran Walikota Hendi ke pabrik tersebut, lantaran menerima banyak laporan bahwa ada kutu yang dihasilkan dari pengolahan pakan ternak itu.

“Sudah diminta berhenti sementara untuk fumigasi (pengendalian hama) kan? Sudah dilakukan kan? tapi ini kutunya kok masih ada?” tanya Hendi kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Gunawan Saptogiri yang mendampinginya.

Gunawan yang mengangguk mengamini temuan Hendi tersebut. “Kasihan pabrik-pabrik di sebelah, ada yang produksi makanan dan pakaian jadi terganggu,” lanjutnya.

Tak berselang lama datang seorang pria yang merupakan pemilik pabrik tersebut bersama beberapa stafnya menghampiri Hendi. Setelah bersalaman, dirinya kemudian menunjuk ke arah beberapa tumpukan karung yang telah dibungkusnya dengan plastik agar kutu tidak tersebar.

Pemilik pabrik tersebut pun menjelaskan bahwa dirinya telah melakukan upaya pengendalian hama yang ditimbulkan oleh pabriknya untuk tidak mengganggu pabrik-pabrik sekitarnya. Ia lantas mengajak Hendi berkeliling pabriknya untuk memastikan bahwa dirinya telah berupaya maksimal.

Merasa cukup mendapatkan penjelasan, Hendi pun kemudian berjalan keluar pabrik tersebut. Ketika ditanya perihal inspeksi mendadaknya itu, Hendi mengatakan apa yang dilakukannya tersebut adalah untuk menjaga keberlangsungan ekosistem kegiatan bisnis di Kota Semarang yang sudah berjalan dengan baik.

“Bukan sidak, ini ngajak rembugan, baiknya gimana, upayanya gimana, jangan sampai ada yang dirugikan, kita juga inginnya pabrik ini tidak merugi, tapi bagaimana caranya, ini kan yang harus dicari,” katanya.

Semisal sudah dilakukan fumigasi tapi tetap ada kutu, pemerintah menawarkan jika merelokasi pabrik. “Kalau relokasi bagaimana ? Kalau keberatan relokasi, caranya gimana supaya pabrik di sekitarnya tetap bisa beraktifitas normal dengan tidak terganggu kutu-kutu yang ada,” ujarnya. (Art)

 

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top