KILAS SEMARANG

Penderita Kanker di Semarang  Bisa Berobat Gratis

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Kesehatan menjadi prioritas pembangunan yang terus diwujudkan Pemerintah Kota Semarang dalam meningkatkan kesejahteraan warganya.

Dengan kesehatan inilah yang hendak dicapai Walikota Semarang Hendrar Prihadi selama kepemimpinannya, karena kesehatan sebagai modal utama pembangunan.

Setelah meluncurkan program Universal Health Coverage (UHC) di RSUD KRMT Wongsonegoro beberapa waktu lalu, Walikota Semarang yang akrab disapa Hendi itu memberikan kembali angin segar.

Khususnya bagi warga penderita kanker apa saja untuk dapat berobat gratis melalui program UHC tersebut. Termasuk kanker payudara yang menjadi “momok” penyakit perempuan.

Menurut Walikota Hendi, trend penyakit kanker payudara di Kota Semarang sangat memprihatinkan. Pada tahun 2014 jumlah penderita penyakit ini sangat tinggi, mencapai 1.157 kasus.

Maka dari itu harus ada langkah solusi untuk mengurangi bersama-sama.

“Angka tersebut mampu ditekan di tahun 2015 hingga setengahnya menjadi 654 kasus. Namun memprihatinkan, di tahun 2016 tren ini grafiknya naik lagi menjadi 749 kasus. Saya amat prihatin dengan kejadian ini,” ujar Walikota Hendi saat membuka Seminar dan Talkshow Kanker Payudara di Balaikota, Senin (4/12).

“Dengan UHC yang kami luncurkan, harapannya dapat memberikan penanganan yang sifatnya lebih ke arah pencegahan atau preventif dan pengobatan atau kuratif secara gratis. Minimal melakukan tindakan preventif dengan melakukan deteksi dini pemeriksaan payudara,” lanjutnya.

Walikota Hendi menambahkan, semua fasilitas ini diberikan secara gratis tanpa syarat-syarat apapun.

“Namun bila penderita dinyatakan kanker stadium lanjut, Pemerintah Kota Semarang tetap memberikan fasiltas berobat dan kemoterapi gratis fasilitas di perawatan kelas 3,” imbuhnya.

Sementara pada seminar tersebut, hadir sebagai pembicara yaitu Dr Randita Sp B dari RSUD KRMT Wongsonegoro, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Widoyono.

Dalam paparannya, Dr Randita memberikan tips untuk megurangi resiko kanker payudara dengan menerapkan langkah deteksi dini yang disingkat “CERDIK”.

Pertama, mengecek kesehatan secara berkala (sadari & sadanis). Kedua, menghindari asap rokok kemudian diet gizi seimbang dilanjutkan dengan istirahat cukup dan kelola stres.

“Konsumsi serat buah dan sayur, penuhi cukupan vitamin A dan D, konsumsi kedelai pada wanita dewasa dan aktivitas fisik yang baik juga akan menurunkan resiko Kanker payudara,” kata Dr Randita. (Art)

 

 

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

To Top