INTERNASIONAL

Kangen Indonesia, Syeikh Muraweh Mousa Nassar Diminta Fahri Pakai Batik Lombok

Jakarta, liputan.co.id – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menegaskan kembali komitmen pemerintah Indonesia yang terus membantu kemerdekaan Palestina dan menyelamatkan Masjid Al Aqsa.

Penegasan tersebut disampaikan Fahri saat menerima kunjungan Sekretaris Komite Al Quds, Ikatan Ulama Internasional, Syeikh Muraweh Mousa Nassar, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (1/2/2018).

“Tidak sekarang saja, Bung Karno sudah tegas menyatakan anti penjajahan. Perasaan yang dimiliki proklamator kemerdekaan telah menjangkiti sanubari umat muslim Indonesia dalam merespon krisis Palestina, khususnya terhadap Masjid Al Aqsa,” ujar Fahri.

Oleh karena itu, Fahri menegaskan tidak mungkin Indonesia melupakan komitmen kemerdekaan bagi Palestina.

“Tolong sampaikan ke rakyat Palestina, kami di Indonesia tidak mungkin melupakan janji memerdekakan Palestina. Cuma yang dibutuhkan sekarang menata energi pemimpin negeri ini dalam menggalang kekuatan dari negara lain untuk mewujudkan kemerdekaan bagi Palestina,” tegas dia.

Sedangkan Syeikh Muraweh Mousa Nassar menegaskan tentang sepak terjang zionis Israel kepada warga Palestina, khususnya terhadap masjid Al Aqsa.

“Masjid Al Aqsa dalam bahaya. Dan umat Islam dunia harus bersatu untuk menyelamatkannya,” kata Muraweh.

Dia mempertanyakan, mengapa persoalan Palestina tidak kunjung selesai, bahkan Israel bisa menguasai masjid yang sangat dihormati oleh seluruh umat Islam di muka bumi ini.

“Umat muslim sangat banyak. Tersebar di seluruh negara. Tapi ke mana mereka. Kenapa krisis Palestina tidak kunjung selesai?,” tanya Muraweh heran.

Bahkan dia juga menyoroti betapa mudahnya zionis Israel mengumpulkan dana besar ketimbang yang dikumpulkan umat Islam dunia. Hal itu ujarnya sangat tidak wajar.

“Padahal membela Palestina dan masjid Al Aqsa justru membela diri sendiri,” katanya.

Melalui wakil rakyat dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, Muraweh meminta pemerintah dan parlemen Indonesia berperan lebih aktif dalam menggalang kekuatan dengan negara-negara Islam lainnya guna menghentikan kejahatan zionis Israel dalam memperluas kekuasaannya dengan menguasai Masjid Al Aqsa.

“Sebab Malaysia sudah mengumpulkan ulama-ulama dunia untuk membantu Palestina dan menyelamatkan Masjid Al Aqsa.Sedangkan Indonesia sebagai negara mayoritas Islam bisa mengambil peran yang lebih besar lagi,” imbuhnya.

Usai pertemuan, keduanya masing-masing menyerahkan tanda mata. Muraweh memberikan sal, buku kumpulan hadiz dan sertifikat pembelaan kepada Palestina seumur hidup. Keduanya membubuhkan tandatangan di sertifikat tersebut.

Sebagai kenang-kenangan Fahri memberikan maket mini gedung DPR dan kain batik Lombok. Khusus kain batik yang diberikannya, Fahri memberikan pesan khusus.

“Kalau kangen dengan bangsa Indonesia, pakailah batik yang saya berikan ini,” ujar Fahri.

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top