KILAS SEMARANG

Gelar Seminar Kewirausahaan, Unisbank Semarang Hadirkan Dini S Purwono dan Juragan Resto yang Mantan Cleaning Service

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Sekitar 70 mahasiswa Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang antusias mendengarkan pemaparan pemilik usaha 125 gerai Rocket Chicken yang omsetnya mencapai sekitar Rp 24 miliar dalam setahun.

Nurul atik, pengusaha yang merintis karir dengan sukses itu sebelumnya hanya sebagai karyawan di bagian cleaning service sebuah resto ayam goreng asal Amerika.

Di hadapan puluhan mahasiswa peserta seminar di ruang Seminar Utama Lantai 9 Kampus Unisbank Mugas itu, Nurul Atik memberikan motivasi agar para mahasiswa bisa sukses membangun bisnis.

Kepala Pusat Pengembangan Bisnis dan Kewirausahaan (P2BK) Unisbank Semarang, Saifurahman S.Kom M,Cs yang sekaligus menjadi narasumber juga menuturkan, secara khusus menghadirkan pengusaha yang benar-benar merintis dari bawah dan sukses menjalankan bisnisnya.

“Mahasiswa wajib untuk belajar dari apa yang sudah diraih oleh Nurul Atik. Jangan hanya sekedar melihat sukses yang diraihnya sekarang, namun proses membangun usaha keras dan pantang menyerah inilah yang harus kita teladani,” tuturnya, kemarin.

Hal inilah menjadi salah satu hal yang terekam dalam diskusi public dengan tema “Seminar Kewirausahaan, tantangan dan pentinya legalitas dalam berbinis atau korporasi” yang digelar atas kerjasama antara P2BK Unisbank Semarang dengan IMTV Semarang, belum lama ini.

Tampak hadir pula narasumber lainnya yaitu Dini S Purwono. Perempuan cantik yang telah mendeklarasikan diri sebagai calon anggota legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Yang menarik adalah bagaimana dia menjalani karirnya hingga sampai seperti saat ini.

Dini yang berhasil meraih gelar master di bidang hukum keuangan internasional di Harvard Law School (LLM, 2002) dengan dukungan beasiswa Fulbright Scholar ini, pernah bergabung di PT Danareksa (Persero) sebagai Kepala Biro Hukum (2005-2008).

Ia juga sempat bergabung di firma hukum Roosdiono dan Partners selama sekitar 2 tahun. Sebelum akhirnya dia bergabung sebagai partner di firma hukum Christian Teo and Partners (CTP)

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) dan telah malang-melintang sebagai konsultan hukum ini mengatakan, di setiap perusahaan termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kelengkapan dokumen harus dipersiapkan sejak awal.

“Mulai perizinan, surat kontrak, dan sebagainya. Jangan sampai baru melengkapi dokumen setelah tertimpa masalah dan itu yang sekarang sering terjadi. Banyak perusahaan yang mengabaikan kelengkapan dokumen, baru pusing setelah tertimpa masalah,” ujarnya. (Art)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top