KILAS DAERAH

Drama Kolosal Meriahkan Acara Gebyar Lentera 2017

KILASJATENG.COM, AMBARAWA – Ratusan anak didik dan para guru Sekolah Kristen Lentera (SKL) Ambarawa, Kabupaten Semarang menyajikan pentas ‘drama kolosal’ dalam acara Gebyar Lentera 2017 yang di gelar di komplek sekolah setempat, Jumat (17/11) malam.
Koordinator SKL Ambarawa, Kristian K mengatakan, bahwa pementasan drama kolosal ini dalam rangka puncak acara ‘Gebyar Lentera 2017’, yang salah satu tujuannya adalah strategi dalam mempromosikan SKL kepada masyarakat Ambarawa dan sekitarnya. Pada tahun-tahun sebelumnya, dikemas dalam ‘open house’ yang digelar dalam beberapa hari.
“Acara Gebyar Lentera ini, salah satu tujuannya adalah untuk mempromosikan SKL Ambarawa. SKL ini terdiri dari PAUD, TK, SD serta SMP dan digelar rutin setiap tahun. Untuk gebyar lentera kali ini, kita laksanakan dalam satu hari penuh hingga malam,” jelas Kristian didampingi Ketua Yayasan Lentera Edukasi (YLE), Pdt Budi Muljono STh.
Sementara itu Ketua YLE, Pdt Budi Muljono STh mengungkapkan, bahwa acara gebyar lentera ini adalah wujud dari olah kreasi dari seluruh elemen dari SKL. Acara ini melibatkan mulai dari anak-anak PAUD, TK, SD hingga SMP serta para guru dan karyawan SKL. Disamping itu, sebagai wujud mempromosikan SKL kepada masyarakat Ambarawa dan sekitarnya.
“Dalam gebyar lentera ini  berbagai lomba melibatkan mulai anak-anak PAUD hingga SMP dari berbagai sekolah di Ambarawa, Salatiga dan Temanggung. Lomba yang disajikan diantaranya Lomba Fashion Show dari bahan daur ulang, Lomba Bercerita Kepahlawanan serta Lomba Band SMP. Selain itu, digelar pula bazaar buku dengan menghadirkan penerbit buku dari Semarang, Solo, Jogja serta Jakarta,” ungkap Pt Budi Muljono.
Beberapa tamu undangan yang hadir menyaksikan drama kolosal ini mengaku senang dengan penampilan dan sajian dari siswa hingga guru. Hanya saja, untuk dapat lebih membuat meriah dapat diikuti pentas seni atau sajian dari anak-anak masing-masing kelas sehingga penonton yang hadir dapat mengetahui sejauh mana kreatifitas anak-anak didik dari masing-masing kelas.
“Yang jelas, untuk sajian drama kolosal ini sudah bagus. Kalau perlu, dapat dimulai untuk pentas seninya dari siang dan puncaknya ‘drama kolosal’ ini. Bahkan, dapat menampilkan pula olah seni dari anak-anak didik dari masing-masing kelas di SKL ini,” kata Ny Eny Sayekti (40) dan Anhy Manuputty, tamu undangan dari Salatiga. (Her)

Loading...

Most Popular

To Top