RAGAM

DPR Sebut Tambahan Dana Riset Selalu Hilang Saat Sinkronisasi RAPBN

Jakarta, liputan.co.id – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha menyatakan prihatin terhadap anggaran riset di APBN yang tidak mengalami kenaikan berarti dari tahun ke tahun.

Padahal setiap pembahasan Rancangan APBN, DPR menurut Satya, selalu memperbesar anggaran riset. “Tapi begitu dilakukan sinkronisasi dengan Kementerian Keuangan, selalu hilang lagi kenaikan anggaran riset yang diajukan DPR,” kata Satya, dalam diskusi yang digelar oleh Ika Alumni ITS, di Media Center DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (12/2/2018).

Mengacu kepada anggaran tahun 2013 lanjutnya, dana riset di APBN tidak lebih dari 0,09 persen dari total keseluruhan APBN.

“Jadi boro-boro Rp1 triliun, paling cuma di angka puluhan miliar saja tiap tahunnya. Padahal riset itu penting untuk melakukan inovasi bidang apa pun di Indonesia,” ungkap politikus Partai Golkar itu.

Anehnya, pada setiap pengantar RAPBN, Presiden dan DPR selalu memperlihatkan komitmennya terhadap riset dengan cara penambahan anggaran.

“Dalam disain anggaran selalu ada keberpihakan terhadap riset. Tapi begitu masuk ke pembahasan anggaran, hilang lagi keberpihakan terhadap riset. Fenomena lemahnya riset ini juga terjadi pada pihak swasta,” pungkasnya.

Loading...
Click to comment

Most Popular

To Top