KILAS DAERAH

Black Box Helikopter Basarnas akan Dikirim ke Perancis

KILASJATENG.COM, TEMANGGUNG – Black box helikopter tipe AS365 N3+ Dauphin dengan nomor HR 3602 milik Basarnas yang jatuh di perbukitan gunung Butak di Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung sudah diamankan.

Kepala Badan Search And Rescue (Basarnas) Marsekal Madya Muhammad Syaugi mengatakan, investigasi penyebab pasti jatuhnya helikopter yang menewaskan delapan orang itu sudah mulai dilakukan.

Dalam investigasi itu, Basarnas melibatkan tim dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), PT Dirgantara Indonesia.

“Black box atau kotak hitam sudah dibawa dari tempat kejadian ke Basarnas pusat,” kata Syaugi di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (5/7).

Lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 1984 itu, menambahkan bahwa kotak hitam akan dikirim Basarnas ke perwakilan perusahaannya di Indonesia untuk dibawa ke Perancis.

Menurut dia, yang mempunyai kemampuan dan membaca isi kotak hitam adalah pabriknya.

Basarnas hanya mengunduh kode yang ada di kotak hitam. “Kode itu nanti dibaca di pabriknya. Butuh waktu satu sampai dua minggu,” ujarnya.

Dia mengatakan, tidak bisa menganalisis atau berandai-andai soal penyebab kecelakaan. Kepastiannya semua ada di kotak hitam itu, satu hingga dua pekan ke depan baru akan bisa diketahui penyebab jatuhnya helikopter tersebut.

 

Syaugi menegaskan, pada saat penerbangan helikopter, pilot sangat siap. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) secara umum cuaca juga baik.

 

Di spot jatuhnya helikopter, masyarakat melihat kondisinya ternyata hujan dan berkabut. “Tapi kami belum tahu apa yang terjadi di dalam helikopter tersebut,” jelasnya.

 

Seperti diketahui, Black box atau kotak hitam helikopter tipe AS365 N3+ Dauphin milik Basarnas Jawa Tengah berhasil ditemukan tim gabungan sekira pukul 01.00 WIB pada Senin dini hari (3/7).

 

Proses evakuasi terhadap Black box helikopter dengan nomor HR 3602 tersebut berlangsung cukup sulit. Mengingat badan pesawat yang sebagian hancur di sisi jurang perbukitan Gunung Butak.

“Ditemukan susah sekali karena sebagian badan helikopter berada di jurang dan posisi Black box tersebut masih utuh. Meskiun kondisi helikopter berada di pinggir jurang dan nyaris hancur,” kata Kepala Seksi Operasi, Peralatan dan Komunikasi Basarnas Pusat, Agus Tamin. (Art)

Most Popular

To Top