INTERNASIONAL

Ancaman Hukuman 600 Tahun Penjara Siap Menanti Dua Bersaudara Ini

Cristian Sandulache dan Sebastian Sandulache dituduh melakukan perdagangan manusia, pelacuran paksa, dan pencucian uang. Akibatnya, kedua pria bersaudara asal Vaslui, Rumania, ini terancam kurungan 600 tahun penjara di Spanyol.

Selain itu, kedua pria berusia 33 dan 37 tahun tersebut juga didakwa telah melakukan pemerkosaan dan serangkaian kekerasan. Mereka diduga memperkosa gadis-gadis, di mana keduanya yang memasang bola logam ke dalam alat vitalnya yang membuat gadis-gadis merasa kesakitan saat berhubungan s*ks.

Kejahatan lain mereka adalah menebas tangan salah satu gadis yang dipaksa melacur setelah ketahuan ingin kabur dengan pelanggannya. Mereka juga mengancam gadis itu dengan mengatakan akan menyakiti keluarga terdekatnya di Rumania di mana gadis-gadis itu juga berasal.

Kekerasan lainnya adalah memaksa para gadis itu untuk memakan uang kertas 700 euro atau sekitar Rp10 juta saat mereka tidak mendapatkan uang yang cukup sebagai pelacur. Di Pengadilan Oviedo, Spanyol mereka dilaporkan berkata, “Jika ini terjadi lagi, Anda akan makan koin di lain waktu.”

Sandulache bersaudara diduga telah menghasilkan 10.000 euro per malam sebagai mucikari para wanita itu. Selain ditipu dan hidup dalam ancaman konstan, gadis-gadis tersebut berutang yang sangat besar pada Sandulaches.

“Jika Anda tidak melakukan pembayaran secara langsung, saya akan menyakiti ibumu, membakar nenekmu di sana,” kata Cristian yang diduga mengancam salah satu gadis yang dibawa dari Rumania dengan status mereka sebagai kekasih yang akhirnya dipaksa menjadi pelacur.

Seorang korban lagi mengatakan kepada pengadilan bahwa dia diberi tahu dua bersaudara itu, “Saya akan memperkosa adik perempuan Anda, saya akan membakar nenek Anda, dan saya akan membunuh Anda, saya akan memasukkan tubuh Anda ke dalam karung dan aku akan membuangmu.”

Pada kesempatan lain, pengadilan mendengar beberapa gadis mengaku mereka diperkosa hampir setiap hari dengan tanpa kondom. Banyak yang berakhir pada kehamilan namun Sandulaches memaksa mereka untuk menggugurkan kandungan, bahkan di antaranya pada minggu ke 15 kehamilan.

“Mereka memukulinya dengan sangat buruk sehingga dia tinggal di tempat tidur selama seminggu tanpa bisa bergerak. Mereka memotong lengannya dengan katana (sejenis samurai Jepang),” demikian keterangan di pengadilan.

Pedang ini adalah salah satu alat ancaman utama. Salah satu pelacur mengklaim bahwa setiap kali mereka memperkosanya, mereka melakukannya di tempat tidur dengan pedang yang menonjol dari bantal, sebuah pengingat akan apa yang akan terjadi jika mereka menolak keinginan keduanya.

Meskipun gadis-gadis berhasil menghasilkan hingga 10.000 euro dalam satu malam di dua rumah pelacuran utama di Oviedo (Delphos dan Elvis), mereka dibayar hanya 200 euro setiap 15 hari.

Ada 23 catatan polisi sejak kedua bersaudara tersebut tiba di Spanyol pada tahun 2013. Selain perdagangan manusia, pemukulan, pemerkosaan, pencucian uang, mereka juga dikenai beberapa tuduhan perampokan bersenjata di Galicia.

Anehnya, mereka hanya menghabiskan satu minggu di penjara. Mereka dibebaskan dengan pembayaran jaminan 30.000 euro. Kendati begitu, pengadilan masih berlanjut dimana keduanya diancam 600 tahun penjara jika terbukti bersalah melakukan serangkaian kejahatan. (The Sun/theo live press/fjr)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top