KILAS DAERAH

Agustus, Komposer Dunia Akan Ramaikan International Gamelan Festival di Solo

SOLO – Kota Solo mendapat kehormatan menjadi tuan rumah International Gamelan Festival (IGF) pada 9-17 Agustus 2018.

Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama antara Direktorat Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Kota Solo sangat lekat dengan julukan Kota Budaya. Kota Solo juga dapat dibilang sebagai salah satu kiblat budaya, bukan hanya Indonesia tapi juga dunia.

Banyak maestro-maestro seni yang lahir di Kota Bengawan ini, sehingga menarik minat orang-orang dari berbagai macam daerah dan negara datang ke Kota Solo untuk belajar kesenian. Salah satu kesenian yang sangat terkenal adalah gamelan.

Gamelan, salah satu jenis musik paling kuno yang masih hidup dan berpengaruh luas hingga kini.

Musik ini diduga telah ada dan menjadi bagian kehidupan sehari-hari masyarakat di Jawa lebih dari seribu tahun lalu. Relief-relief yang termaktub pada panel-panel rupadatu candi Borobudur adalah salah satu bukti yang memberi gambaran bahwa gamelan telah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat, bahkan mungkin jauh sebelum masa itu.

Acara yang berlangsung selama delapan malam sembilan hari itu akan memakai berbagai lokasi ikonik di Kota Solo, antara lain Benteng Vastenburg, ISI Solo, City Walk Slamet Riyadi, nDalem Joyokusuman, Lokananta, dan masih banyak lagi.

Nama sejumlah tokoh seperti Djaduk Ferianto, Joko Porong, Rahayu Supanggah, dan sejumlah maestro lain pun dipastikan turut ambil bagian dalam gelaran festival bergengsi ini.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid menjelaskan, IGF 2018 ini dimaksudkan sebagai momentum mudik (home coming) bagi para ahli yang pernah meneliti atau mempunyai minat terhadap studi tentang gamelan.

“Selain itu melalui kegiatan ini dimaksudkan untuk menyediakan arena bagi para ahli, pemikir dan peminat gamelan untuk saling bersilaturahmi, berziarah dan merajut imajinasi,” pungkas Hilmar Farid.

Dalam penyelenggaraannya, acara ini direncanakan menampilkan pentas kebaruan gamelan, bersama komposer dunia dan beberapa diskusi. Selain itu akan ada suguhan pentas gamelan keraton yang melibatkan Solo, Cirebon, Kalimantan, Sumenep, hingga Malaysia. Festival ini rencananya juga diikuti kelompok gamelan dari beberapa negara seperti Jepang, Malaysia, Amerika dan Australia.

Mengusung tema besar Home Coming, penyelenggara ingin semua orang merasakan kebesaran gamelan di Solo saat mengikuti IGF pada Agustus mendatang. Maka dari itu, IGF yang akan digelar untuk kali pertama di Indonesila ini akan diisi dengan serangkaian kegiatan yang sarat dengan nilai-nilai filosofi hingga diaspora gamelan di berbagai wilayah dan disiplin ilmu. [yon]

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top