KILAS SEMARANG

Siapkan 4 EWS untuk Pantau Tanah Longsor

UNGARAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang menyiapkan empat alat early warning system (EWS) untuk memantau pergerakan tanah di wilayah berpotensi terjadinya tanah longsor. Rencananya alat tersebut akan dipasang di kecamatan rawan longsor, seperti Sumowono, Jambu dan Pabelan.
“Diharapkan alat itu dapat membantu mengantisipasi dan mengurangi dampak kerugian, karena tanah longsor memasuki musim penghujan saat ini,” kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Semarang Heru Subroto, saat Rakor Lintas Sektoral Antisipasi Bencana Alam, di Ruang Pertemuan Gedung Dharma Satya Lantai II Kompleks Kantor Bupati Semarang di Ungaran, Rabu (15/1/2020).
Rakor yang dipimpim Bupati Semarang Mundjirin dihadiri Forkopimda, Sekda Gunawan Wibisono, para Camat, Kapolsek, Danramil serta pimpinan SKPD terkait.
Menurut Heru, selain penyiapan alat dan personel, pihaknya juga melakukan mitigasi kepada masyarakat. Tujuannya agar masyarakat sadar akan potensi dan bahaya bencana alam serta mampu menanggulanginya. Sehingga akan dapat mengurangi kemungkinan korban jiwa maupun harta benda.
Sampai dengan saat ini telah ada pembinaan kepada enam desa rawan bencanaan menjadi tangguh bencana. Berdasarkan data di BPBD, sejak awal 2020 sampai pertengahan Januari ini telah terjadi 17 kejadian bencana alam. Sedangkan pada 2019 lalu tercatat 381 bencana alam dengan kerugian 98 rumah rusak dan satu orang korban jiwa.
Bupati Mundjirin meminta para camat agar siaga di rumah dinas selama musim penghujan ini. Dengan begitu, perangkat desa maupun kecamatan dapat langsung berkoordinasi guna mengatasi keadaan saat terjadi bencana alam.
“Lakukan koordinasi dengan TNI dan Polri untuk menanggulangi bencana alam yang terjadi. Karenanya harus selalu siaga di rumah dinas,” pintanya.
Sementara itu Kapolres Semarang AKBP Adi Sumirat menjelaskan, pihaknya menyiapkan 345 personel untuk membantu Pemkab Semarang mengatasi bencana alam. Para personel itu tergabung dalam kegiatan operasi yagn diberi nama Aman Nusa II 2020.
“Kami sudah menyiapkan posko di kompleks Benteng Willem di Ungaran,” tegasnya. (pemkabsemarang/pemprovjateng)
Loading...

BERITA POPULER

To Top