KILAS DAERAH

Progam Bantuan Pemerintah sebagai Upaya Pengamalan Pancasila

KILASJATENG.COM, TEMANGGUNG – Harus di akui jika saat ini pemerintah terus menggelontorkan berbagai progam bantuan ke masyarakat desa. Selain sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bantuan dari pemerintah tersebut juga bentuk pengamalan pancasila khususnya sila kelima, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Hal tersebut terungkap dalam acara sosialisasi empat pilar kebangsaan yang diprakarsai oleh Anggota MPR RI, Sudjadi di Desa Keblukan, Kecamatan Kaloran yang juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Temanggung, Yunianto.

Di hadapan sekitar 100 peserta sosialisasi, Sudjadi yang juga anggota DPR RI komisi lima itu mengajak agar masyarakat Desa Keblukan tetap menjaga kerukunan dan kebersamaan, gotong royong sebagai bentuk pengamalan pancasila yang harus tetap digalakkan.

Dikatakannya, saat ini masih terdapat kesejangan kesejahteraan di tengah-tengah masyarakat, sila kelima pancasila keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia masih belum sepenuhnya terwijud.

Karenanya, pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan amanat dari sila kelima tersebut. Salah satunya dengan menggelontorkan sejumlah bantuan ke daerah, seperti di Kecamatan Kaloran.

“Gotong royong yang merupakan bagian dari kehidupan di desa-desa harus tetap ditegakkan karena itu juga merupakan bentuk pengamalan dari Pancasila. Melalui progam bantuan pemerintah seperti BSPS, PISEW serta pembangunan irigasi dimaksudkan untuk membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat yang di garap dengan sistem gotong royong,” kata Sudjadi.

Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Temanggung, Yunianto mengaku sangat mengapresiasi adanya kegiatan ini. Sosialisasi empat pilar kebangsaan di desa-desa amat sangat penting untuk kembali menumbuhkan rasa nasionalisme bagi warga desa.

Selain itu semangat kegotong royongan harus tetap dibangkitan sebagai salah satu Pengamalan Pancasila.

“Kita sangat apresiasi sosialisasi empat pilar kebangsaan di tingkat desa sepeti ini, karena akan sangat menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air,” ujar Yunianto.

Salah satu tokoh pemuda Kaloran, Margo Susilo mengaku sangat terkesan dengan pola sosialisasi empat pilar kebangsaan yang diselenggarakan di desanya.

Selain bisa bertatap muka dengan wakil rakyat secara langsung dengan pola seperti ini, masyarakat jadi semakin paham arti penting nasionalime. (Ian)

Loading...

BERITA POPULER

To Top