KILAS SEMARANG

Jelang Pilkada, Bawaslu Intensif Kampanyekan Antipolitik Uang

SEMARANG – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Semarang terus mengintensifkan sosialisasi antipolitik. Tak hanya itu, masyarakat juga diminta menghindari penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian di media sosial.
“Kita berharap seluruh warga menolak politik uang, menghindari penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial dan media lainnya,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Semarang M Talkhis, saat membacakan ikrar pada acara Gelar Budaya sosialisasi Pilkada yang berintegritas, di lapangan Tambakboyo, Ambarawa, Minggu (12/1/2019) siang.
Ikut menyuarakan ikrar anti politik uang, hoaks dan ujaran kebencian itu Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng M Rofiudin, para komisioner Bawaslu Kabupaten Semarang, perwakilan tokoh agama dan masyarakat, para camat dan undangan lainnya. Acara Gelar Budaya menampilkan pertunjukan drumblek, tarian kreasi baru dan kesenian gedruk buta dari kelompok kesenian lokal. Ada pula doa lintas agama oleh perwakilan dari lima agama dan Kong Hu Chu.
Talkhis menggungkapkan, gelar budaya yang diselenggarakan Bawaslu itu merupakan langkah penting menciptakan Pilkada yang bersih, jujur dan  berintegritas.
“Tanggung jawab pengawasan pilkada ada di tangan kita semua. Warga harus saling mengingatkan dan mengawasi agar tidak ada yang terjerat tindak pidana pemilu, ataupun pidana lainnya terkait pilkada,” ungkapnya.
Dijelaskan, pihaknya sengaja menggandeng para seniman yang dianggap efektif untuk mengampanyekan perlawanan terhadap politik uang. Sekaligus memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi mereka untuk menunjukkan karyanya.
Talkhis juga memberikan apresiasi terhadap Pemkab Semarang yang mendukung sepenuhnya pengajuan anggaran Pilkada 2020 tanpa koreksi satu rupiah pun. Hal ini menjadi salah satu dukungan terbaik dari Pemkab/Pemkot di Jawa Tengah.
Sementara itu anggota Bawaslu Jateng M Rofiudin mengingatkan warga dan para penyelenggara pengawas pilkada untuk mewaspadai fenomena politik uang, hoaks dan politik SARA. Termasuk di dalamnya netralitas PNS yang harus dijaga dan diawasi.
“Sehingga akan terlaksana pilkada yang baik karena warga bisa menggunakan hak pilihnya dengan baik dan sehat,” tegasnya.
Mantan wartawan ini mempersilakan warga untuk melaporkan dugaan pelanggaran pilkada, melalui pesan whatsapp di nomor 08112777423.
Wabup Ngesti Nugraha juga mengingatkan warga untuk aktif berpartisipasi saat pilkada mendatang.
“Pemkab Semarang menganggarkan dana Rp63,5 miliar untuk pelaksanaan pilkada mendatang. Sehingga warga diimbau untuk mendukung kelancarannya agar membawa hasil yang baik bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.
Loading...

BERITA POPULER

To Top