KILAS PANTURA

Wabup Batang Minta Guru Paud Juga Ajari Siswa Disabilitas

Batang – Tenaga Pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bertugas melakukan bimbingan, pembinaan, dan pengasuhan terhadap anak usia dini yang diwujudkan melalui proses pembelajaran yang telah direncanakan.

“Anak disabilitas usia dini juga memiliki hak mendapatkan pendidikan, maka guru PAUD jangan bedakan dalam memberikan pendidikan, layani dengan penuh kasih sayang, guru menjadi pengganti orang tua di sekolahan. Berikan edukasi diluar kurikulum hasil referensi dari luar sesuai dengan porsi anak usia dini yang sifatnya baru, menyenangkan dan membahagiakan,” kata Wakil Bupati Batang Suyono saat membuka Bimbingan Teknis Guru PAUD di Hotel Dewi Ratih Kabupaten Batang, Sabtu (16/11/2019).

Anak usia dini disabilitas memiliki hak mendapat ilmu dan pendidikan, lanjutnya, karena juga punya imajinasi yang perlu dibimbing dari guru, maka harus dilayani dan diberikan ilmu seperti anak pada umumnya untuk menambah kecerdasan anak diluar kebiasaan dan mampu melompat dan tidak stagnan.

“Ajarkan anak – anak kita untuk bisa melompat, jangan sampai menjadi anak yang hanya bisa menerima apa adanya, tapi memiliki jiwa pejuang untuk maraih sukses dengan bekal kecerdasan karena dipacu mendapatkan hal yang baru,” jelasnya.

Wabup juga menyampaikan rasa terimakasih kepada guru PAUD yang telah ikhlas mendidik siswanya, walau dengan gaji atau honor yang belum sesuai harapan, karena keterbatasan anggaran tapi Pemkab berusaha memberikan yang terbaik.

“Saat ini jangan dipikir honor sedikit yang tidak bisa menjadi kaya, tapi ada doa dari orang tua siswa yan menjadi berkah tersendiri dan  rezeki yang tidak terduga  dari Allah,” ujarnya.

Sementara, Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak – Kanak dan Pendidikan Luar Biasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Abu Khaer mengatakan bimbingan teknis ini memberikan pemahaman persepsi bersma dalam konsep penyelangaraan pendidikan  inkusi mulai dari sedini mungkin di taman kanak – kanak.

“Keberadaan anak yang istimewa dilayanai bersama – sama seperti pada umumnya dan harus disikapi secara utuh. Karena konsep kita adalah pendidikan untuk semua,” jelasnya.

Ia juga berharap kepada 30 peserta yang mengikuti bimbingan teknis agar bisa ditularkan ke teman – teman yang lain. Karena ada hak – hak dasar disabilitas yang harus dipenuhi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Batang Achmad Taufiq mengatakan bahwa di Kabupaten Batang baru memiliki satu pendidilan inklusif atau (Sekolah Luar Biasa) yang letaknya di Batang Kota. Karena hanya memiliki satu SLB, sehingga  tidak bisa mengcover anak disabilitas di Kabupaten Batang.

“Sesungguhnya masyarakat Kabupaten Batang membutuhkan sekali sekolah inklusif atau SLB untuk dua sektor timur dan selatan untuk mengcover anak disabilitas Kecamatan Tersono, Gringsing, Banyuputih, Limpung, Bawang dan Reban,” pungkasnya. (pemkabbatang)

Loading...

BERITA POPULER

To Top