KILAS PANTURA

Bidan Ujung Tombak Pelayanan Kesehatan Ibu Bayi dan Balita di Desa

KENDAL – Bidan atau Bidan Desa merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan ibu hamil, bayi dan balita sehingga keberadaan dan kesiapannya menangani permasalahan tersebut merupakan faktor yang sangat penting. Demikian disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal Muhamad Nursidik, SH.,SKM.,M.Kes saat membuka kegiatan Orientasi Pemahaman Dan Pemanfaatan Kohort Bagi Petugas ( Bidan ), Kamis (14/11/2019) di Ruang Merak, Agrowisata Tirto Arum Baru, Kendal.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Drs. Ferynando RAD Bonay dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Nursidik, menjelaskan, Derajat kesehatan masyarakat di Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Kendal  digambarkan melalui Angka Kematian Ibu, Angka kematian bayi, status gizi, dan angka morbiditas beberapa penyakit. AKI di Jawa Tengah ( Kendal ) tampak menurun, namun ternyata kasus kematian ibu masih tetap cukup banyak, demikian juga dengan kematian bayi, kematian balita, meningkatnya jumlah kasus Gizi buruk, dan stunting.

“Oleh karena itu peran aktif bidan dituntut mampu mengurangi bahkan ke depannya mampu menghilangkan permasalahan tersebut. Oleh karena itu para bidan dilengkapi dengan Kohort ( sumber data pelayanan kesehatan ibu bayi dan balita ) sebagai suatu bentuk catatan yang mengindikasikan sumber data pelayanan ibu hamil, ibu nifas, neonatal, bayi dan balita. Pengamatan maupun register ( pencatatan ) keadaan ibu hamil, bayi dan balita merupakan bekal mengetahui tingkat kesehatan mereka sehingga bisa menjadi acuan mencegah timbulnya Stunting ( tumbuh pendek ) pada anak – anak,” urainya.

Lebih lanjut disampaikan Nursidik, masalah kematian ibu merupakan hasil interaksi dari berbagai aspek , baik aspek klinis, aspek sistem pelayanan, maupun faktor- faktor non kesehatan yang mempengaruhi pemberian pelayanan klinis dan terselenggaranya sistem pelayanan kesehatan secara optimal.

Dengan pemantauan diharapkan cakupan pelayanan dapat ditingkatkan dengan menjangkau seluruh sasaran di suatu wilayah kerja. Dengan terjangkaunya seluruh sasaran maka diharapkan seluruh kasus dengan faktor resiko atau komplikasi dapat di temukan sedini mungkin agar dapat memperoleh penanganan yang memadai.

Dan Kohort ibu hamil, bayi balita dan anak pra sekolah adalah alat yang di gunakan untuk melakukan pencatatan dan pelaporan terhadap kondisi ibu hamil, bayi,balita dan usia pra sekolah di wilayah kerja tertentu.

Kasie Kesehatan Keluarga dan Gizi,Endang Jumini, S.Gz membeberkan, di Kabupaten Kendal, pada Tahun 2014 kasus kematian ibu sejumlah 27 kasus, Tahun 2015 sejumlah 21 kasus, Tahun 2016 sejumlah 19 kasus, Tahun 2017 sejumlah 25 kasus, Tahun 2018 sejumlah 18 kasus, dan sampai dengan Bulan November 2019 sebanyak 11 kasus, Kasus kematian bayi Tahun 2014 sebanyak 109 kasus, Tahun 2015 sebanyak 160 kasus, Tahun 2016 sebanyak 125 kasus, Tahun 2017 sebanyak 149 kasus, tahun 2018 sebanyak 138 kasus dan sampai dengan bulan November tahun 2019 sebanyak 119 kasus.

Sedangkan kasus Gizi buruk pada Tahun 2014 sebanyak 30 kasus, Tahun 2015 sebanyak 28 kasus, Tahun 2016 sebanyak 21, Tahun 2017 sebanyak 25 kasus ,Tahun 2018 sebanyak 22 kasus.

Dan untuk kasus Stunting pada Tahun 2014 sebanyak 130 kasus, Tahun 2015 sebanyak 216 kasus, Tahun 2016 sebanyak 526 kasus, Tahun 2017 sebanyak  509 kasus,Tahun 2018 sebanyak 1158 kasus, dan sampai dengan bulan November 2019 sebanyak 1655 Kasus.

“Menyongsong Susutainable Development Goals 2030 di harapkan AKI,AKB, Gizi buruk dan stunting turun, dimana disebutkan bahwa tujuan ke  3 SDGs disebutkan : “ Menjamin  kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia” Dapat tercapai,” katanya.

Diketahui, masalah kematian ibu merupakan hasil interaksi dari berbagai aspek , baik aspek klinis, aspek sistem pelayanan, maupun faktor- faktor non kesehatan yang mempengaruhi pemberian pelayanan klinis dan terselenggaranya sistem pelayanan kesehatan secara optimal. Dengan pemantauan diharapkan cakupan pelayanan dapat ditingkatkan dengan menjangkau seluruh sasaran di suatu wilayah kerja. Dengan terjangkaunya seluruh sasaran maka diharapkan seluruh kasus dengan faktor resiko atau komplikasi dapat di temukan sedini mungkin agar dapat memperoleh penanganan yang memadai. Dan Kohort ibu hamil, bayi balita dan anak pra sekolah adalah alat yang di gunakan untuk melakukan pencatatan dan pelaporan terhadap kondisi ibu hamil, bayi,balita dan usia pra sekolah di wilayah kerja tertentu.

Kegiatan Orientasi Pemahaman Dan Pemanfaatan Kohort Bagi Petugas Di Kabupaten Kendal  diikuti 110 petugas dari 30 Puskesmas di Kabupaten Kendal dan perwakilan bidan dari 286 desa dan kelurahan. ( pemkabkendal)

Loading...

BERITA POPULER

To Top