RAGAM

Penanganan Karhut di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani

Sembalun – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) berupaya melakukan pemadaman Kebakaran yang terjadi sejak hari Sabtu (19/10/2019) di dalam kawasan, dari beberapa titik hotspot yang berada di Jempong Borok, wilayah kerja Resort Sembalun, Seksi Pengeloaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II pada koordinat S 08°20’20.4 E 116°28’35.5 telah dapat dikendalikan pada hari Minggu (20/10/19) pukul 16.15 WITA dan luas area yang terbakar diperkirakan 8 Hektare. Kemudian pukul 16.30 WITA, tim bergerak ke arah hotspot lain yang berada di dekat Pos II Jalur Pendakian Sembalun pada koordinat S 08°21’02.0 E 116°28’17.6. Hingga pukul 21.38 WITA, tim masih melakukan upaya pemadaman yang dibantu oleh 6 orang masyarakat. Luas area yang terbakar belum bisa di ketahui.

Dari pemantauan visual terpantau lokasi hotspot yang berada di dekat pelawangan Sembalun pada koordinat S 08°23’29.5 E 116°26’31.0 berada pada jarak yg cukup jauh dan lokasi yangg terjal. Rencana selanjutnya tim akan melakukan Moping Up pada karhut lokasi Jempong Borok dan tetap melakukan upaya pengendalian pada karhut dekat Pos II Sembalun.

Jumlah pengunjung yang registrasi/cek in pada tanggal 20 Oktober 2019 adalah 29 orang (25 orang WNA dan 4 orang WNI) pada jalur pendakian Sembalun, 10 orang (7 orang WNI dan 3 orang WNA) pada jalur pendakian Timbanuh, dan 22 orang WNI pada jalur pendakian Aik berik. Semua pengunjung tersebut dalam keadaan aman dan telah diberikan himbauan agar besok segera turun dan keluar dari jalur pendakian. Berdasarkan data cek in-cek out pengunjung, sudah tidak terdapat pengunjung pada jalur pendakian Senaru.

Pada hari Senin/ 21 Oktober 2019 pukul 07.45 WITA, telah dilaksanakan Apel persiapan pemadaman di jalur pendakian Senaru. Personel gabungan yang akan melakukan pemadaman hari ini terdiri dari Polda NTB : 40 personel, Polres KLU 20 personel, TNI 30 personel, Brimob 27 personel, TNGR 8 anggota dan Asosiasi TO Senaru 5 orang. Berdasarkan informasi dari warga Desa Timbanuh terlihat asap kebakaran hutan yang diperkirakan berlokasi di jarankukus, timbaturis, gunungsambil sebelah timur masuk wilayah resort aikmel. Petugas segera melakukan koordinasi dan persiapan tim pemadaman. Rencananya tim akan berangkat dari jalur pendakian Timbanuh dikarenakan arah angin ke barat.

Berdasarkan informasi iklim dasarian provinsi NTB dari BMKG, pada periode dasarian II bulan Oktober masih berada dalam periode musim kemarau hingga bulan November 2019. Adapun perkiraan luas kebakaran hutan di wilayah kerja Senaru dan Sembalun TN Gunung Rinjani yang terjadi pada tanggal 19 Oktober 2019 sampai dengan hari senin, 21 Oktober 2019 adalah 3.066 Ha. Pantauan hotspot dari aplikasi LAPAN FIRE HOTSPOT pada tanggal 21 Oktober 2019, jumlah hotspot di kawasan TN Gunung Rinjani mengalami penurunan dari 36 hotspot menjadi 15 hotspot di kawasan TN Gunung Rinjani dan arah sebaran kebakaran menuju barat selatan dari Gunung Rinjani. (klhk)

The post Penanganan Karhut di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani appeared first on LIPUTAN.CO.ID.

Loading...

BERITA POPULER

To Top