KILAS DAERAH

Masyarakat Bayat Sepakat Tolak Radikalisme, Intoleransi, Hoax dan Ujaran Kebencian

KILASJATENG.COM, KLATEN – Takmir Masjid Agung Pandanaran bersama tokoh agama, tokoh pemuda, masyarakat dan ormas keagamaan Bayat sepakat menolak paham radikalisme, sikap intoleransi, penyebaran hoak dan ujaran kebencian.

Hal ini disampaikan oleh jamaah dan warga masyarakat Bayat pada saat kegiatan Pengajian Malam Ahad Legi pada Sabtu, 12 Oktober 2019 di Masjid Agung Pandanaran, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima kilasjateng.com, Minggu (13/10), tema kegiatan yang diangkat adalah Pencegahan Terorisme dan Radikalisme Guna Membangun Kesetiaan Kepada Pancasila dan NKRI.

Kegiatan tersebut menghadirkan penceramah Dosen Pasca Sarjana Universitas Nahdhatul Ulama sekaligus pendiri Amir Institute, Dr Amir Mahmud S.Sos M.Ag yang juga diikuti oleh warga Bayat sekitar 250 dengan cukup antusias.

“Allah SWT memiliki hak atas hambanya, dimana Islam diturunkan melalui Rosululloh SAW untuk menyempurnakan nikmat atas umat sebelumnya. Dalam Islam mencakup aqidah dan syariat/hukum, mentauhidkan Allah Ta’ala, melarang umat berbuat syirik, dusta, aniaya, berkhianat, ingkar janji, dan mengajarkan berbakti kepada orang tua serta menjalin hubungan baik dengan tetangga,” ucap Dr Amir Mahmud dalam ceramahnya.

Pendiri Amir Institute ini juga mengatakan, kalau saat ini umat cenderung beringas dan terpuruk, mengedepankan budaya kekerasan dan konflik, adanya perintah amar ma’ruf nahi munkar dijalankan tidak proporsional dan profesional bertindak tanpa menggandeng aparat keamanan.

“Adanya kelompok tertentu yang sengaja memerangi perbedaan dengan doktrin radikal cenderung menyebarkan kebencian dan meyakini kelompoknya yang paling benar. Radikalisme merubah tatanan NKRI, muncul juga adanya wacana NKRI bersyariah, padahal sudah jelas sesuai dengan iklim perkembangan agama di Indonesia,” katanya.

Dr Amir Mahmud menambahkan, perlunya mencari referensi yang tepat dan tidak bertentangan dengan norma agama dan hukum dalam koridor Pancasila dan NKRI, dalam hal perkumpulan kelompok taklim atau pengajian.

“Perlunya peran pemerintah bersama aparat keamanan dan tokoh agama, tokoh pemuda serta ketua ormas islam untuk bersama-sama mencegah penyebaran paham radikalisme, sikap intoleransi, hoax dan ujaran kebencian yang dirasakan saat ini semakin masif,” imbuhnya.

Ketua Takmir Masjid Agung Pandanaran sekaligus sebagai Ketua Pelaksana Kegiatan , Habib Mashud Alwi Al Hasny S.E mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini merupakan inisiasi bersama untuk memberikan daya tangkal bagi jamaah atau warga masyarakat lingkungan sekitar Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.

“Kegiatan ini upaya menangkal pengaruh penyebaran paham terorisme dan radikalisme, intolerasi, hoax dan ujaran kebencian, dimana tidak bisa dipungkiri ada warga masyarakat Bayat yang ikut terpapar paham radikal dan akhirnya ikut kegiatan teror, yang pada akhirnya menyesal. Intinya kita ajak untuk kembali ke masyarakat dan beribadah dengan benar tanpa adanya pemaksaan kehendak mengikuti pemahaman,” ucap Habib Mashud.

Di penghujung kegiatan, peserta dan jamaah yang hadir komitmen bersama membacakan deklarasi dengan membentangkan spanduk secara simbolik menolak paham terorisme, radikalisme, sikap intoleransi, penyebaran hoak dan ujaran kebencian diwilayah Klaten khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya. (Lis)

Loading...

BERITA POPULER

To Top