KILAS SEMARANG

Pendam IV/Diponegoro Bekali Insan Penerangan Kemampuan Menulis, Edit Foto dan Video

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Pengguna media sosial dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, karena dianggap lebih efektif dan efisien untuk saling berbagi informasi.

Di sisi lain dengan meningkatnya pengguna media sosial, semakin banyak pula orang atau kelompok yang memanfaatkan media sosial sebagai alat menebar berita bohong (hoaks), ujaran kebencian (hate speech), peredaran narkoba, terorisme, radikalisme dan kegiatan ilegal lain yang menyesatkan.

Dihadapkan pada permasalahan tersebut, insan penerangan harus melek teknologi, agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan jaman. Sebagai insan penerangan harus bisa memanfaatkan media sosial untuk membendung dan menangkal arus informasi yang negatif dan menyesatkan, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga.

Untuk itu insan penerangan harus bisa menyajikan informasi aktual yang menarik dan variatif, inovatif, inspiratif dan edukatif.

Hal tersebut disampaikan Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Arh Zaenudin S.H M.Hum kepada personel penerangan Korem, Kodim dan anggota Rindam, Brigif dan Batalyon yang terkait dalam publikasi pada kegiatan peningkatan fungsi penerangan di Mako Pendam IV/Diponegoro, belum lama ini.

Menurutnya, sebagai insan penerangan juga harus lebih paham dan bijak dalam menggunakan media sosial, khususnya dalam berbagi informasi yang berasal dari luar satuan.

“Dalam memposting informasi baik berupa tulisan, gambar ataupun video juga harus benar-benar informasi yang bermanfaat, bukan informasi yang justru menyesatkan,” kata Kapendam.

Dirinya berharap melalui kegiatan ini, para peserta dapat mengerti dan memahami teknik penulisan berita yang baik, penyajian foto dan video yang menarik, sehingga menjadi informasi yang dapat menyejukkan dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara.

“Jangan sampai sebagai institusi dan anggota TNI justru ikut-ikutan mengupload, memposting dan menshare informasi, foto maupun video yang tidak sesuai dengan norma keprajuritan,” ungkap Kapendam.

Dalam kesempatan itu, Kapendam berpesan kepada para peserta pelatihan agar bisa menjadi contoh dan panutan dalam menggunakan media sosial. Pedomani aturan dan ketentuan yang disampaikan pimpinan baik yang bersifat langsung maupun melalui Surat Telegram (ST) tentang bijak bermedia sosial.

Sementara itu, Mayor Inf Sukamto sebagai salah satu pemateri mengatakan, penerangan TNI AD merupakan sumber dan penyedia informasi yang akan disajikan kepada publik untuk tercapainya tugas yang telah ditetapkan.

Oleh karena itu, para peserta harus memiliki kemampuan dalam mengolah informasi melalui tulisan, foto dan video yang akan disampaikan melalui media sosial dengan tetap memperhatikan ketentuan penggunaan medsos di lingkungan TNI AD.
“Posting informasi yang penting-penting, bukan yang penting posting, saring sebelum sharing, jangan hanya mengejar popularitas menghiraukan kualitas,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, selain dibekali tentang bijak bermedia sosial, para peserta juga dibekali tentang teknik menulis berita, mengedit foto dan video untuk keperluan publikasi baik di media cetak, elektronik, online dan media sosial. (Lis)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top