KILAS SEMARANG

Kampanye PDI Perjuangan Semarang Terbesar di Jateng

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Kampanye Akbar Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan di Kota Semarang, Sabtu (13/4) disebut sebagai kampanye terbesar yang diselenggarakan oleh partai politik di Jateng.

Kampanye yang dipusatkan di Sirkuit Mijen Kota Semarang itu juga sebagai kampanye paling akhir dilaksanakan di Jateng pada musim kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Pemilihan lokasi tersebut merujuk pada Keputusan KPU Kota Semarang Nomor 043/PL.02.4- Kpt/3374/KPU.Kot/III/2019. Sirkuit Mijen menjadi satu dari 44 tempat terbuka yang boleh digunakan untuk kampanye terbuka.

“Saya mau ke sini di tengah perjalanan harus ganti naik motor, karena kita semua kader-kader banteng turun ke lapangan sehingga semua jalan di Semarang macet,” kata Ketua PDI Perjuangan Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

“Jadi kita tunggu saja kawan-kawan kita, Insya Allah semuanya hari ini bisa berkumpul di sini,” lanjut pria yang akrab disapa Hendi itu.

Hal tersebut diungkapkannya di depan puluhan ribu orang yang telah berkumpul di Sirkuit Mijen Kota Semarang untuk mengikuti Kampanye Akbar PDI Perjuangan Kota Semarang, Sabtu (13/4).

Apa yang disampaikan oleh Hendi tersebut sekaligus untuk menenangkan puluhan ribu masa yang telah menunggu.

Pasalnya Kampanye Akbar PDI Perjuangan Kota Semarang yang semula dijadwalkan mulai pada pukul 14.00 WIB, harus mengalami keterlambatan karena sejumlah tokoh PDI Perjuangan yang akan melakukan orasi kebangsaan tidak dapat memasuki arena kampanye. Alhasil hingga pukul 15.00 WIB orasi kebangsaan PDI Perjuangan belum dapat dimulai.

Adapun Hendi sebagai Ketua PDI Perjuangan Kota Semarang baru bisa naik ke atas panggung orasi sekitar pukul 15.30 WIB. Dirinya lantas langsung menyapa puluhan ribu masa.

Hendi pun terpaksa memulai orasi kebangsaannya dengan kondisi puluhan ribu masyarakat serta sejumlah tokoh PDI Perjuangan lainnya masih tertahan di luar arena kampanye, dengan pertimbangan agar kegiatan tersebut dapat selesai tepat waktu. Sebab, sesuai peraturan yang berlaku, Kampanye Terbuka hanya boleh dilakukan sampai batas waktu maksimal pukul 18.00 WIB.

Dalam orasinya, Hendi menekankan agar para kader, simpatisan, dan relawan PDI Perjuangan tidak terlena sampai hari pencoblosan.

“Kepada semua kawan-kawan seperjuangan, saya hanya berharap agar kita jangan takabur hingga detik – detik terakhir, kita kawal TPS kita ! Kita kawal suara kita di lingkungan masing-masing,” pinta politisi yang juga menjabat sebagai Walikota Semarang tersebut.

“Jangan sampai suara hilang karena kita dicurangi ! Ini tugas kita bersama, siap,” pekiknya yang langsung disambut teriakan ‘siap’ oleh puluhan ribu masa di hadapannya.

Selain orasi kebangsaan, Kampanye Akbar PDI Perjuangan Kota Semarang itu sendiri juga diramaikan oleh Irma Darmawangsa dan NDX a.k.a Familia. Dan hingga kegiatan tersebut berakhir pada pukul 17.30 WIB, masih terlihat puluhan ribu masyarakat tertahan di sejumlah ruas jalan di sekitar sikuit Mijen Semarang, tidak dapat masuk hingga ke depan panggung kampanye.

Bahkan NDX a.k.a Familia yang merupakan duo dangdut Hip Hop asal Yogyakarta yang sejak semula digadang-gadang untuk mengisi acara puncak, akhirnya hanya berkesempatan menyanyikan empat lagu. Hal itu sesuai komitmen PDI Perjuangan Kota Semarang untuk menaati peraturan yang ada. (Lis)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top