KILAS PANTURA

Wagub Jateng Taj Yasin Ajak Warga Muhammadiyah Teladani Bung Karno dan Jenderal Soedirman

KILASJATENG.COM, PEKALONGAN – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak warga Muhammadiyah untuk meneladani sosok Presiden RI Pertama Soekarno dan Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Bahkan dia mendorong organ otonom Muhammadiyah, yakni Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) dan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) untuk meneruskan kiprah kedua tokoh pergerakan bangsa Indonesia itu.

Hal itu disampaikan saat membuka Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) Muhammadiyah Jateng bertajuk “Konsolidasi Politik Kebangsaan dan Ekonomi Keumatan” di Gedung Olahraga dan Seni Budaya Jetayu, Kota Pekalongan, Sabtu (9/3).

“Kepada rekan-rekan yang biasa mengamankan PP Muhammadiyah, saya ingin darah jenderal yang lahir di diri Jenderal Soedirman mengalir di Kokam dan HW,” ujar Wagub Taj Yasin

Menurut pria yang akrab disapa Gus Yasin ini, pertalian antara Soekarno dan Panglima Besar Jenderal Soedirman menunjukkan antara pemerintah dan jenderal tidak boleh lepas, terpisah, bahkan berjalan sesuai egonya masing-masing.

Hal itu tercatat dalam sejarah saat Jenderal Soedirman kembali ke Yogyakarta memenuhi panggilan Presiden Sukarno pada masa agresi militer Belanda.

“Bung Karno saat itu memilih tetap tinggal untuk meneduhkan masyarakat. Sedangkan Jenderal Soedirman melakukan perang gerilya demi harga diri dan marwah bangsa. Kalau dilihat, keduanya mungkin berbeda. Namun seorang pemimpin harus menunjukkan bahwa negara ini aman demi mengayomi rakyatnya,” katanya seperti dilansir dari laman resmi Pemprov Jateng.

Dalam kesempatan itu, Gus Yasin kembali mengingatkan, menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang, seluruh masyarakat agar tidak tercerai berai hanya karena perbedaan pilihan.

Sebab, perbedaan adalah rahmat dari Allah SWT. Sudah semestinya semua merawat Indonesia, merawat Jawa Tengah. Apalagi, warga sudah bertahun-tahun hidup bersama, susah senang bersama.

“Bangsa kita sekarang sudah enak. Dulu orangtua kita makan gaplek, sekarang makan nasi. Dulu jarak Semarang-Pekalongan berjam-jam, sekarang hanya ditempuh satu jam. Mohon kiranya apa yang kita miliki sekarang ini mari kita kembangkan dan sejahterakan. Sehingga kedamaian dan kemakmuran anak cucu kita nanti bisa makin baik,” pesannya.

Selain Gus Yasin, dalam Musypimwil yang berlangsung 9-10 Maret 2019 tersebut juga dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mohamad Effendi hingga Walikota Pekalongan Saelany Mahfudz.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menambahkan, iman dan taqwa mesti diwujudkan dengan perbuatan iman dan saleh, bukan dalam retorika teologis. Apalagi, dengan pijakan paham Islam yang kokoh, yang damai dan toleran.

“Kita berpijak pada paham Islam yang kokoh. Dan dari inilah kita membawa Islam yang tengahan, Islam damai, Islam toleransi. Meskipun berbeda cara, kita saling menghargai. Tetapi di saat yang sama membawa kemajuan peradaban bangsa ini,” tandasnya. (Hum)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top