INTERNASIONAL

Warga Uyghur Ditahan, Dailami Firdaus: Negara-negara Muslim Kenapa Diam?

Jakarta, liputan.co.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Profesor Dailami Firdaus menyatakan prihatin atas penahanan massal warga Uyghur oleh pemerintahan Partai Komunis Tiongkok. Oleh karena itu, dia mendesak Pemerintah Tiongkok menghentikan penahanan massal tersebut.

“Pemerintah Tiongkok harus menghentikan kamp-kamp reedukasi dan penahanan warga Uyghur sekarang juga,” kata Dailami, lewat rilisnya, Jumat (21/12).

Senator Indonesia dari daerah pemilihan DKI Jakarta ini menduga Pemerintahan Tiongkok telah meluncurkan “program reedukasi” semenjak tahun 2012. “Makanya terjadi program pengumpulan warga yang ditujukan kepada 23 juta Muslim Uyghur dalam sebuah lokasi secara massal,” ungkapnya.

Program reedukasi ini lanjutnya, semakin menjadi-jadi ketika Chen Quanguo, Pemimpin Partai Komunis garis keras yang sebelumnya bertugas di Tibet, mengambil-alih kepemimpinan Partai Komunis untuk wilayah Uyghur pada tahun 2016.

“Berbagai laporan kredibel yang masuk ke PBB dan organisasi HAM menyatakan sekira 1 juta warga keturunan Muslim Uyghur, Kazakh, dan minoritas muslim lainnya di Xinjiang, dipaksa mengikuti kamp-kamp reedukasi atau ditahan karena mempertahankan identitas agama dan budaya mereka,” ujar Dailami.

Dia jelaskan, program reedukasi antara lain meliputi pelarangan jenggot panjang, pemakaian jilbab/ hijab di tempat-tempat umum, memberi nama anak yang dicurigai berbau identitas keislaman, bahkan penghancuran masjid.

“Pelarangan-pelarangan seperti ini tidak bisa diterima akal sehat, yang hanya mungkin dilakukan oleh kaum anti Tuhan,” tegas cucu dari Ulama Betawi KH Abdullah Syafi’ie ini.

Lebih lanjut, putra dari almarhummah Profesor Tuty Alawiyah itu juga menyatakan keprihatinan kepada pemimpin politik dan anggota parlemen, khususnya di negara-negara Muslim seolah-olah tidak peduli dengan tindakan-tindakan mengarah kepada genosida di Xinjiang, Barat Daya Tiongkok itu.

“Hanya karena hubungan ekonomi atau mungkin pemberian hutang dari Pemerintah Tiongkok, politisi dan anggota parlemen di negara Muslim tidak ada yang mengkritisi isu Muslim Uyghur dan Xinjiang,” ujar dia.

Oleh karena itu, Dailami meminta para anggota DPR dan DPD membuat pernyataan sikap keras atas program reedukasi dan penahanan warga tanpa pengadilan di Xinjiang. “Saya berharap ada tindakan yang lebih tegas dan nyata dari Pemerintah Indonesia di berbagai forum internasional tanpa harus khawatir terhadap reaksi keras dari pemerintahan Partai Komunis Tiongkok,” pungkasnya.

The post Warga Uyghur Ditahan, Dailami Firdaus: Negara-negara Muslim Kenapa Diam? appeared first on LIPUTAN.CO.ID.

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top