KILAS PANTURA

Hindari Penyalahgunaan, Puluhan Ribu Keping KTP Rusak Dimusnahkan

KILASJATENG.COM, KENDAL – Sebuah langkah dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kendal untuk menertibkan dan menghindari penyalahgunaan data kependudukan, melakukan pemusnahan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) maupun non elektronik dengan cara dibakar. KTP tersebut sudah tak berfungsi atau invalid dan rusak.

Pemusnahan sebanyak 10.219 keping KTP yang terdiri dari 1.435 keping non elektronik dan 8.784 keping e-KTP dilakukan dihalaman kantor Dispendukcapil, Rabu (19/12).

Dalam acara pemusnahan KTP tersebut, sejumlah pejabat dari berbagai instansi diantaranya dari Inspektorat, Polres Kendal, Kodim 0715/Kendal, KPUD, Bawaslu, Satpolkar, Dinas Kearsipan dan perpustakaan Kendal dan Kabag Hukum Setda Kendal turut menyaksikan jalannya acara pemusnahan KTP invalid dan rusak tersebut.

Bupati Kendal yang juga hadir dalam acara tersebut ditunjuk untuk secara simbolik melakukan pemusnahan KTP yang sudah tak berfungsi atau invalid dan rusak itu dengan cara dibakar.

Sebuah tungku besar yang telah dipersiapkan dan berisi puluhan ribu KTP disiram bahan bakar minyak guna memudahkan pembakaran. Dengan obor sepanjang 1 meteran, Bupati mulai membakar KTP invalid dan rusak yang berada dalam tungku.

Sementara itu, Kepala Dispendukcapil Kendal Bambang Dwiyono usai acara mengatakan, KTP invalid dan rusak tersebut berasal dari tahun 2013 sampai 2014, sesuai surat edaran Menteri Dalam Negeri itu harus segera dimusnahkan.

“Alhamdulillah tadi kami dan juga ada Bupati telah melaksanakan penghapusan, penghangusan dan pembakaran KTP invalid dan rusak. Ini dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas menjelang pemilu yang tentunya membutuhkan suasana yang damai, aman, tertib dan data yang benar,” ungkapnya.

Bambang juga menyampaikan dengan dimusnahkannya KTP invalid dan rusak dapat mencegah pemalsuan data maupun penyalahgunaan data yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kami cegah namanya pemalsuan data karena tidak boleh ada pemalsuan data, satu orang ya harus satu data tidak bisa data ganda,” pungkasnya. (Gus)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top