INTERNASIONAL

Politikus PDI Perjuangan Minta Perpres Bebas Visa Dicabut

Jakarta, liputan.co.id – Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan mendesak pemerintah segera mencabut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 21 Tahun 2016 tentang Bebas Visa Kunjungan.

Alasannya menurut Arteria, Perpres tersebut telah membebani negara. “Tidak saja pemerintah harus menambah jumlah personel pengawas orang asing, tapi juga membutuhkan tambahan anggaran. Kehadiran banyaknya orang asing, jangan selalu dianggap membanggakan. Sebaliknya, bisa menimbulkan masalah sosial, politik, dan keamanan,” kata Arteria dalam rapat kerja Komisi III DPR dengan Menteri Hukum dan HAM, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (25/01/2018).

Selama ini lanjutnya, bila ada masalah dengan orang asing di dalam negeri, selalu Menkum HAM dan Dirjen Imigrasi yang disalahkan. Ini ujar dia, pandangan yang salah. Harus dilihat dulu apa kesalahan yang diperbuatnya.

Dia jelaskan, bila orang asing itu ternyata teroris, maka jadi urusan Badan Nasional Penanggulan Terorisme (BNPT). Bila orang asing itu menyelundupkan narkoba, menjadi kewenangan Badan Narkotika Nasional (BNN). Dan bila bermasalah dengan urusan tenaga kerja, maka ada Kementerian Tenaga Kerja yang mengatasi. Bila sudah ada di dalam negeri, para orang asing itu bukan urusan Menkum HAM dan Dirjen Imigrasi lagi.

Oleh karena itu, politikus Partai PDI Perjuangan ini mengapresiasi terbentuknya Tim Pengawas Orang Asing (Tim Pora) oleh Kemenkum HAM dan harus segera disosialisasikan ke masyarakat secara proporsional. “Jangan sampai Kemenkum HAM dibebani yang bukan porsinya. Kasihan Menkum HAM dan Dirjen Imigrasi,” ujar politikus berdara Minang itu.

Dia ingatkan, berdirinya perkampungan Arab di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, adalah salah satu yang perlu mendapat pengawasan ketat. Belum lagi ada masalah human trafficking, yaitu banyak orang asing yang bekerja di klub-klub malam. Ini masalah sosial yang tidak ringan. “Masalah hulunya ada di Perpres tersebut yang perlu segera dievaluasi,” pungkas dia.

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top