KILAS SEMARANG

Walikota Hendi Sebut Santri Identik Dengan Kesantunan

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Sebanyak 374 santri dari 20 Pondok Pesantren di Kota Semarang ikut berpartisipasi pada Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Daerah (Pospeda) tahun 2017 tingkat Kota Semarang.

Kegiatan berlangsung di lapangan Pondok Pesantren Al Uswah Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Senin (18/12).

Dalam gelaran tersebut, panitia penyelenggara mengangkat tema Dengan Pospeda Menjadi Santri Sportif dan Santun.

Terkait tema ini, Walikota Semarang Hendrar Prihadi yang mendapatkan kesempatan untuk membuka ajang kompetisi para santri  menuturkan, bahwa tema itu menjadi penegasan identitas para santri.

“Santun dan sportif adalah dua hal yang identik dengan seorang santri, saya rasa kita semua sepakat dengan ini,” kata Walikota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi itu.

“Dan saya rasa hal itu merupakan representasi pendidikan di Pondok Pesantren yang selalu mengajarkan para santri untuk menjadi pribadi yang santun dan tawadhu,” imbuhnya.

Dengan sikap santun dan tawadhu, lanjut Hendi, maka wajar kalau santri selalu unggul di berbagai bidang.

“Karena sikap santun dan tawadhu tersebut menjadi pintu bagi para santri untuk membuka diri terhadap hal-hal positif dalam mengembangkan diri,” ujarnya.

Selain membuka kegiatan Pospeda 2017 tingkat Kota Semarang, dalam kesempatan itu Walikota Hendi juga didapuk menjadi wasit pertandingan Dagongan, sebuah olahraga tradisional seperti tarik tambang yang menggunakan bambu.

Namun berbeda dengan tarik tambang, bambu dalam olahraga dagongan tidak ditarik melainkan didorong.

“Di Pospeda ini ada kearifan lokal yang ditonjolkan, dari sini kita bisa melihat besarnya komitmen para santri dalam meletakkan nilai-nilai kekhasan Indonesia dalam berbagai kegiatan,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Uswah, Muhammad Toyib Farchani. Menurutnya, jika  adalah anak bangsa pengawal PBNU.

PBNU dijelasakannya merupakan singkatakan dari Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945. “Islam kita adalah islam nusantara,” tegas Muhammad Toyib. (Art)

 

Loading...

BERITA POPULER

To Top