KILAS SEMARANG

Sanksi Tegas Bagi Camat Yang Mainkan Uang Rakyat

KILASJATENG.COM, SEMARANG – Selama ini Pemerintah Kota Semarang sangat peduli dengan keberadaan camat, karena peran camat dianggap sangat besar sebagai pemimpin teritorial di tingkat Kecamatan.

Hal itu diungkapkan Walikota Semarang Hendrar Prihadi usai menghadiri penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Camat Wilayah Indonesia Timur dan Jateng di Crowne Plaza Hotel, Jalan Pemuda Semarang, Kamis (12/10).

“Mulai dari peningkatan kesejahteraan hingga penyerahan wewenang untuk pengelolaan dana peningkatan pembangunan dari hasil usulan musrenbang ke kecamatan yang bersangkutan, agar mereka lebih fokus dalam mengelola pembangunan di wilayahnya serta dapat mengurangi load urusan Dinas,” ujarnya, dalam rilis yang diterima Kilasjateng.com.

Karenanya, kata Hendi sapaan akrab Walikota Hendrar Prihadi, camat dan lurah akhirnya merasa lebih baik, lebih loyal, dan lebih militan terhadap tugas pokok dan fungsinya.

“Sebaliknya, jika mereka tidak baik dalam memberikan pelayanan tentu akan diberikan sanksi tegas yaitu diberhentikan jadi camat dan lurah. Batasannya, diantaranya jika para camat memainkan uang rakyat, melakukan pungutan liar, atau bahkan melakukan aktivitas yang merugikan Negara,” katanya.

Sementara itu, menurut Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo yang memberikan pengarahan malam itu, bahwa Hubungan antara Pemerintah Pusat dan daerah harus efektif dan efesien dalam rangka memperkuat otonomi daerah guna mempercepat pembangunan dan kesejahteraan rakyat.

“Bagaimana camat menjaga stabilitas wilayahnya. Camat tidak bisa bekerja sendiri melainkan senantiasaa bekerjasama serta berkoordinasi dengan lurah dan aparaturnya, Babinsa, Koramil, Tokoh agama, dan tokoh masyarkat yang menjadi bagian dalam setiap pengambilan keputusan bagi camat,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta adanya sinergi, komunikasi, dan sinkronisasi yang baik dengan kecamatan tetangga.

“Bagaimana ketika penduduk padat, tetapi jaraknya jauh itu bisa mengusulkan puskesmas pembantu, SD, SMP, dan SMA karena ketimpangan sosial masyarakat sumbernya adalah kesehatan, sehingga harus cermat,” terangnya.

Ia juga berpendapat, bahwa sebagai camat harus memiliki imajinasi dan impian. “Dengan imajinasi dan impian maka camat akan mempunyai konsep dan gagasan sehingga pada akhirnya memiliki keberanian untuk menggerakkan organisasi secara dinamis karena memiliki pemikiran jauh kedepan atau visioner,” pungkasnya. (Art)

 

Loading...

BERITA POPULER

To Top